CATATAN PENDAHULUAN

Catatan Pendahuluan

Saudara-saudara terkasih, syukur kepada Allah bahwa pada tahun 2025 ini, Paus Fransiskus membuka Tahun Yubileum dengan tema yang sangat indah: Peziarah Pengharapan. Dalam Bulla Spes Non Confundit, Paus Fransiskus mengajak semua umat untuk menghidupkan kembali harapan. Dalam konteks evangelisasi, Gereja dipanggil untuk membagikan harapan, terutama di tengah situasi krisis yang terjadi saat ini. Iman, harapan, dan kasih. Demikian keutamaan-keutamaan ini mengungkapkan dengan indah hakikat kehidupan Kristiani. Dalam terang harapan, kita diajak untuk berani membaca masa lalu dengan sudut pandang yang berbeda, serta berani menatap masa depan yang didasari pengampunan. Dengan gerak yang sama, kita hendak merefleksikan kembali dimensi identitas, komunitas, serta perutusan kita zaman ini.

Dengan melihat situasi dunia saat ini dan masih dalam semangat implementasi Rencana Apostolik Provindo, sebagai provinsi, kita hendak bersama-sama mengadakan retret tahunan di dalam komunitas. Jika tahun sebelumnya, kita merenungkan tema kerasulan sosial dan lingkungan hidup, Retret Provindo 2025 kali ini menawarkan tema terkait identitas-kharisma Jesuit dan peziarahan kita bersama kaum muda.

Melalui dinamika retret delapan hari ini, kita ingin bersama-sama merenungkan kembali makna Formula Instituti (FI) bagi hidup dan perutusan seorang Jesuit serta bagaimana secara khusus kita merefleksikan kerasulan kita di tengah kaum muda. Dinamika Latihan Rohani yang ditawarkan disusun dengan lebih ringkas. Setiap hari akan diberikan panduan beberapa halaman sebagai tawaran bahan doa. Hari pertama menjadi saat khusus untuk melihat dan mengumpulkan kembali pengalaman-pengalaman hidup dan perutusan kita setahun terakhir. Bagian ini menjadi momen untuk membangun disposisi pribadi dan persiapan memasuki dinamika retret.

Hari kedua adalah kesempatan personal bagi kita semua untuk membaca ulang dan merenungkan Formula Instituti Serikat Jesus sebagai ekspresi identitas dan kharisma Serikat Jesus. Kita hendak mencecap kembali makna dokumen ini sebagai bagian dari upaya pembaruan hidup dan perutusan kita sebagai Jesuit. Hari pertama dan kedua saat retret ini menjadi bagian tak terpisahkan dari Minggu Pertama Latihan Rohani. Standar keberhasilan dan kegagalan seorang Jesuit dalam hidup dan perutusan inspirasinya berasal dari Formula Instituti ini

Sesudah membaca kembali dan merenungkan teks Formula Instituti, perlahan kita akan memasuki Minggu Kedua Latihan Rohani dengan melihat lebih dalam dimensi Triniter Formula Instituti. Disediakan pula beberapa bacaan rohani untuk memperkaya refleksi kita di hari ketiga ini. Sementara, di hari keempat, bersama-sama kita diajak untuk memaknai integrasi empat dimensi penting: identitas, komunitas, spiritualitas, dan tugas (perutusan) kita sebagai Jesuit dalam terang inspirasi Formula Instituti.

Selanjutnya di hari kelima dan keenam, secara khusus disajikan beberapa pokok tema kerasulan orang muda dan kesaksian hidup Jesuit sebagai bahan renungan. Formula Instituti mengingatkan kita akan nuansa kerasulan Jesuit di tengah kaum muda. Hal ini juga diperkuat oleh Preferensi Kerasulan Universal dan implementasi Rencana Apostolik Provindo yang sedang kita upayakan. Kita akan melihat konteks dunia orang muda zaman ini, tantangan, kesulitan, "salib" Minggu Ketiga, serta peluang di mana kita selama ini hadir dan menemani orang muda dalam pergumulannya. Bagian ini menjadi cara kita untuk ikut hadir bersama Yesus, masuk dalam realitas pergulatan hidup kaum muda, lewat pertanyaan-pertanyaan eksistensial: apa yang senyatanya menarik bagi orang muda dari hidup dan perutusan saya sebagai Jesuit? Kalau hidup saya kurang menarik dan menggetarkan hati orang muda, kira-kira sisi mana yang mesti saya perhatikan (pada pihak saya)? Apakah hidup dan karya kita masih menampilkan kehadiran Allah yang berbelas kasih dan mau berjalan bersama umat-Nya?

Seraya mensyukuri rahmat Tahun Kerahiman Tuhan, kita hendak menelusuri kembali peziarahan sebagai Jesuit dengan sukacita; menghidupi identitas dan kharisma kita dalam tuntunan Roh Kudus; serta merefleksikan gerak kerasulan kita di tengah kaum muda dengan penuh pengharapan”.

Nostri yang terkasih, dalam dinamika peziarahan bersama orang muda tersebut, kita diajak untuk memberi kesaksian akan sukacita panggilan hidup religius. Maka, pada hari ketujuh, pokok renungan yang ditawarkan adalah seputar gerak membangun budaya promosi panggilan. Kita semua adalah promotor panggilan sekaligus diutus membawa harapan dan sukacita Minggu Keempat pada kaum muda, apapun penegasan rohani maupun martabat hidup yang akhirnya akan mereka pilih. Terakhir, dengan bantuan rahmat Tuhan, kita ingin mensyukuri seluruh perjalanan retret dan mempersembahkan renovatio vitae kita dalam hidup-perutusan sehari-hari.

Pokok-pokok renungan dan panduan retret disusun seturut cara berdoa yang sudah familiar kita kenal dalam Latihan Rohani, mulai dari doa persiapan, rahmat yang dimohon, bahan, puncta, colloquy, beberapa repetisi maupun pengenaan panca indra dan refleksi doa. Selain itu, disediakan pula beberapa bacaan rohani pelengkap yang kiranya dapat membantu untuk merenungkan tema atau bahan doa yang ditawarkan.

Baik bila diupayakan pula percakapan rohani maupun kesempatan sakramen rekonsiliasi dalam dinamika retret di komunitas masing-masing. Panduan percakapan rohani sudah tersedia pada lampiran. Provinsi mengharapkan buah percakapan rohani komunitas dikirimkan ke Socius Provincial di akhir retret. Ini akan menjadi masukan untuk pengembangan karya kerasulan orang muda, implementasi Rencana Apostolik Provindo maupun gerak membangun budaya promosi panggilan. Form bisa diakses di sini.

Terima kasih kepada P. Leo Agung Sardi, SJ yang telah membaca dan memberi masukan pada panduan ini. Semoga panduan yang disusun ini dapat membantu kita untuk merenungkan ulang identitas hidup kita sebagai Jesuit dan sekaligus memperbarui komitmen kita untuk membagikan harapan kepada kaum muda. Kita mohon rahmat, semoga retret yang kita jalani sungguh berbuah bagi hidup dan perutusan kita sebagai Jesuit.